Kenapa harga minyak negatif maksudnya apa

Kenapa harga minyak negatif maksudnya apa

Kenapa harga minyak negatif maksudnya apa

Pertama kali dalam sejarah, harga minyak mentah Amerika Serikat (AS), yaitu WTI (West Texas Intermediate) sempat anjlok ke area negatif. Ini terjadi gara-gara pandemi virus Corona yang belum berakhir. Produksi minyak masih berjalan sehingga pasokan terus bertambah dan berlebih, sementara permintaan yang rendah membuat minyak jadi tidak berharga. Permintaan anjlok karena pandemi virus Corona (Covid-19).

Meski demikian jatuhnya harga minyak ke wilayah negatif tidak mencerminkan kenyataan sebenarnya di pasar minyak. Jadi, kita akan membuat sebuah analogi sederhana yang akan memberti pemahaman kepada semua orang agar menjadi lebih mudah mengerti.

Kita anggap apel mempunyai peran yang amat sangat vital dalam masyarakat modern.

Misalnya Anda ingin membeli satu keranjang apel (1 keranjang setara dengan 3.125 Kg) apel, dan Anda pergi ke penjual apel. Disana Ada harga pasar yang diketahui, kemudian beberapa biaya operasional timbul seperti biaya angkut apel dari pedagang jeruk ke pabrik dan seterusnya.

Harga harian (lebih dikenal dengan harga "spot") berfluktuasi secara acak. Fluktuasi harga ini membingungkan petani yang tidak tahu berapa banyak apel yang harus mereka mulai tanam hari ini untuk dipanen di masa depan dan mendapatkan keuntungan secara optimum. Hal ini juga membingungkan pembeli yang menginginkan pasokan apel yang memadai dengan harga yang sangat terjangkau.

Andai saja ada cara agar petani dan pembeli apel mampu memberi isyarat satu sama lain dan merencanakan ke depan tentang apa yang mereka pikir dan yang mereka butuhkan, sehingga petani tahu berapa banyak apel yang harus mereka hasilkan dan pembeli juga tahu berapa apel yang harus mereka bayar dengan harga yang terjangkau. Nah inilah yang disebut kontrak.

Jadi, orang yang membeli dan menjual apel berkumpul dan menciptakan pasar "Apel Berjangka". Jika Anda seorang pembeli apel, Anda dapat membeli kontrak untuk membeli 100 keranjang apel dengan harga tetap beberapa bulan di masa depan. Pembeli dan penjual menetatapkan kontrak pembelian dengan harga hari ini, tetapi barangnya diambil dan dibayar nanti pada tanggal yang telah ditetapkan.

Sekarang, jika Anda memiliki kontrak "berjangka" itu pada "tanggal yang ditetapkan", Anda harus datang ke kebun apel, untuk memuat apel dan membayarnya. Tetapi disamping itu ada biaya tambahan seperti biaya transportasi, penyimpanan, tenaga kerja. Anda mungkin tidak terlalu peduli dengan biaya-biaya tambahan itu. Karena Anda akan membuat jus apel dan kembali menjualnya dengan penambahan biaya-biaya dan keuntungan yang yang telah anda tentukan jumlahnya.

Sekarang, anggaplah Anda tidak perlu membeli apel itu lagi. Nah, kontrak membeli apel yang anda pegang tadi bisa jadi berharga. Jadi, Anda bisa menjual kontrak tersebut ke orang lain atau ke pebisnis apel lainnya. Dan ada begitu banyak pembeli dan penjual apel, ada harga pasar yang tercantum di kontrak dan tanggal jatuh tempo sebulan sekali pada tanggal yang sama. Kontrak itu dibuat untuk membeli apel di masa depan dengan harga hari ini.

Dan sekarang konsumen tiba-tiba berhenti menginginkan apel untuk alasan apapun. Maka, permintaan konsumen akan apel merosot hanya dalam beberapa minggu.

Lalu, ada sekelompok orang yang terjebak memegang kontrak untuk membeli apelsehingga perlu datang untuk menjemput, mengangkut, dan menyimpannya. Hal ini membutuhkan uang (biaya tambahan yang harus dikeluarkan). Tetapi konsumen bahkan tidak ingin produk berbasis apel. Jadi, pada dasarnya, mereka harus membayar apel ini tetapi tidak ada yang mau membelinya. Dan Anda tidak bisa menyimpannya dalam jumlah yang banyak karena apel akan membusuk dan hanya bisa menyimpan apel dalam jumlah yang terbatas.

Jadi, saya tidak akan mendapat untung dari apel yang wajib saya beli. Jika membeli apel dan membiarkannya membusuk berarti saya telah rugi dan kehilangan uang misalnya Rp. 75.000.000 .

Jadi, saya kembali ke pasar berjangka apel itu dan berkata, “Hai teman-teman. Adakah yang mau membeli kontrak saya seharga Rp. 20.000.000?

Tapi semua orang tertawa karena tidak ada orang lain yang mau makan apel sekarang. Karena semua orang ingin menjual kontrak mereka dan ingin meminimalkan kerugian mereka.

Sekarang, ganti "keranjang apel" yang tadi dengan "barel minyak" dan Anda mengerti sekitar 80% dari apa yang terjadi.

"Tanggal penguncian" untuk kontrak berjangka minyak tertentu, akan jatuh tempo pada 20 Mei, adalah 21 April. Sejumlah besar orang menyadari bahwa mereka memegang kontrak yang nilainya lebih rendah daripada tidak sama sekali. Mereka membayar orang lain dan siapa saja yang mau mengambil kontrak ini dari tangan mereka.

Akhirnya, para spekulan itu justru akan rela membayar bagi siapa saja yang mau membeli kontrak. Itulah yang menyebabkan harganya menjadi negatif.

Baca Juga

Analisa reksadana dengan metode Sharpe Ratio

Statistik artikel

37 views