Sharpe ratio formula untuk menilai Reksadana

Sharpe ratio formula untuk menilai Reksadana

Sharpe ratio formula untuk menilai Reksadana. 

Tidak hanya itu kamu bisa melakukan calculation sharpe ratio dengan formula yang sudah di rancang excel.  Sharpe ratio yang ditemukan oleh William Forsyth Sharpe memiliki beberapa istilah lain, yaitu sharpe indexsharpe measure, dan reward-to-variability ratio. Sharpe ratio adalah pengukuran kinerja portofolio berdasarkan perbandingan antara return dan risiko. Rasio tersebut menghitung seberapa besar kelebihan imbal hasil (excess return) dari intrument investasi yang bersangkutan dengan investasi bebas risiko (risk free) atas setiap unit risikonya. Ratio ini juga populer dalam perhitungan reksadana.

Diharapkan dengan perhitungan ratio ini kita dapat membandingkan dan mengukur antara portofolio satu dengan yang lainnya sehingga didapatkan kinerja yang paling baik.

Manfaat Sharpe Ratio

Selain itu melakukan evaluasi dalam berbagai instrument investasi, sharpe ratio memiliki manfaat lain. Manfaat sharpe ratio adalah:

  1. Sharpe ratio merupakan metode yang paling mudah dimplementasikan untuk menghitung tingkat return dibandingkan dengan risiko bagi investor
  2. Sharpe ratio dapat menilai kinerja portfolio secara objektif
  3. Sharpe ratio dapat menjadi pembanding antara portfolio baru dan portfolio lama apabila terjadi perubahan komposisi asset dalam instrument investasi

Cara Mengaplikasikan Sharpe Ratio

Sharpe ratio memiliki rumus perhitungan yang dapat digambarkan sebagai berikut:

Sharpe ratio formula untuk menilai Reksadana

Berdasarkan formula di atas, bisa disimpulkan semakin tinggi sharpe ratio, maka semakin baik kinerja instrument investasinya.

Di sini kita akan mengevaluasi kinerja instrument investasi reksadana dengan cara membandingkan nilai sharpe ratio yang didapat dari dua reksadana.

Berikut cara mengaplikasikan sharpe ratio di google spreadsheets yaitu:

  1. Tentukan reksadana yang ingin kamu analisa perbandingannya dengan periode waktu yang sama.
    • Di sini kita memakai contoh Reksadana Dana Pasti dan Reksada Prima untuk periode bulan agustus 2018 - agustus 2020 selama 2 tahun.
    • Untuk data Return Reksadana tersebut kita bisa mencari di website yang biasa menyediakan data produk investasi seperti bareksa.com, investing.com dan sejenisnya.
  1. Pada contoh ini data return kedua reksadana di atas didapat dari website investing.com.
    Berikut ini link data return dari kedua contoh Reksadana yang kita ambil.
  1. Rate Free Risk (RFR) adalah tingkat return yang biasa dihasilkan dari suatu aset yang bebas risiko. Untuk referensi data RFR bisa dilihat dari suku bunga deposito, Obligasi Negara, JIBOR dan IndONIA.

    Dalam kasus ini kita akan mengambil data suku bunga obligasi atau suku bunga deposito dari JIBOR (Jakarta Interbank Offered Rate) https://www.bi.go.id/id/moneter/jibor/data-historis/Default.aspx. Data JIBOR yang diambil adalah data di awal bulan dengan periode yang yang sama suku bunga obligasi 2 tahun.

    Hasil dari contoh perbandingan kinerja yang terbaik untuk kedua reksa dana berdasarkan sharpe ratio bisa dilihat pada sheets sebagai berikut:

Sharpe ratio formula untuk menilai Reksadana

Berdasarkan tabel perbandingan reksa dana di atas dapat dilihat bahwa Reksadana Dana Pasti memiliki Sharpe Ratio yang lebih baik senilai -0.37 daripada Reksadana Prima senilai -2.23. karena semakin tinggi nilai sharpe ratio, maka semakin baik kinerja reksa dana tersebut.

Tapi sharpe ratio yang tinggi tidak selamanya menggambarkan bahwa kinerja return juga tinggi, karena di sana ada faktor risiko yang diukur dengan standar deviasi sehingga berpengaruh terhadap hasil perhitungan sharpe ratio.

Jika sharpe ratio reksadana memiliki angka negatif, hal ini terjadi bila reksadana memberikan return yang lebih rendah dibadingkan dengan tolak ukur yang digunakan. Maka tergantung bunga acuan yang jadi perhitungan nilai sharpe ratio, maka kita bisa kembali menggunakan kinerja historis dan membandingkannya dengan benchmark, yakni indeks reksadana pasar uang yang mencerminkan kinerja pada produk sejenisnya.

Statistik artikel

48 views