Apa itu indeks harga saham gabungan

Apa itu indeks harga saham gabungan

Apa itu indeks harga saham gabungan (IHSG) banyak calon investor yang tidak mengetahui apa sebenarnya IHSG itu dan isi hingga fungsi dasarnya. Artikel ini akan mencoba membantu kamu untuk mendapatkan informasi mengenai pertanyaan-pertanyaan tersebut. Investasi saham kian populer di masyarakat umum. Pasalnya, saham adalah investasi yang punya untung besar. Tapi sebelum mulai berinvestasi saham, ada banyak hal yang kamu harus pelajari dan pahami nih. Langkah awalnya adalah dengan mengetahui tentang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG sering disebut sebagai acuan penting bagi para investor untuk menentukan kapan harus membeli dan menjual instrumen investasinya.

 

1. Apa Itu IHSG?

IHSG pertama kali diperkenalkan pada tanggal 1 April 1983. Tapi, hari dasar perhitungan IHSG adalah tanggal 10 Agustus 1982 dengan nilai 100. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga dikenal secara global dengan Indonesia Composite Index (ICI). Sebagian menyebutnya dengan IDX Composite. Lebih lanjut lagi, IHSG adalah indeks pasar saham yang mengukur kinerja saham secara efektif pada Bursa Efek Indonesia (BEI). Indeks ini merupakan daftar dari seluruh saham yang saat ini diperjualbelikan di BEI. Pada umumnya, IHSG digunakan sebagai acuan kenaikan maupun penurunan pasar investasi saham secara nasional dan internasional.

 

2. Fungsi IHSG

Indeks harga saham mempunyai empat manfaat utama.

 

2.1 Penanda Arah Pasar

Boleh dibilang, Indeks merupakan nilai representatif atas rata-rata dari sekelompok saham. Karena menggunakan harga hampir semua saham di BEI dalam perhitungannya, IHSG menjadi indikator kinerja bursa saham paling utama. Gampangnya, jika ingin melihat kondisi bursa saham saat ini, kita tinggal melihat pergerakan angka IHSG. Jika IHSG cenderung meningkat seperti yang terjadi akhir-akhir ini, artinya harga-harga saham di BEI sedang meningkat. Sebaliknya, jika IHSG cenderung turun, artinya harga-harga saham di BEI sedang merosot. Sekedar catatan, persentase kenaikan atau penurunan IHSG akan berbeda dibanding dengan kenaikan atau penurunan harga masing-masing saham. Kadang ada kalanya peningkatan atau penurunan harga saham melebihi atau bahkan berlawanan dengan pergerakan angka IHSG.

 

2.2 Pengukur Tingkat Keuntungan

Misalnya kita dapat menghitung secara rata-rata berapa keuntungan berinvestasi di pasar saham. Misalnya di tahun 2013, IHSG bernilai 4400. Lima tahun lalu IHSG bernilai 1400. Kita dapat menghitung secara sederhana berinvestasi selama 5 tahun dari tahun 2008-2013 menghasilkan keuntungan (4400-1400)/1400*100% = 214%. Secara rata-rata per tahun keuntungan berinvestasi di pasar saham adalah 214%. Berarti per tahun 42,8%. Angka tersebut belum termasuk keuntungan dari dividen.

Tahun

IHSG

2008

1400

2013

4400

Keuntungan

214%

 

2.3 Tolak Ukur Kinerja Portofolio

Bila kamu memiliki reksadana atau portofolio saham, kamu bisa membandingkan kinerjanya dengan IHSG. Misalnya dalam 5 tahun terakhir IHSG naik sebanyak 214%. Kalau reksadana atau portofolio Anda kinerjanya di bawah angka tersebut, sebaiknya kamu perlu berganti strategi.

 

[related]

 

apa itu indeks harga saham 4

 

2.4 Melihat Pertumbuhan Ekonomi

Terakhir, fungsi dari IHSG yang tidak kalah pentingnya adalah untuk melihat pertumbuhan ekonomi negara. Memang, ada banyak faktor yang bisa menentukan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Namun, IHSG juga memiliki peran besar dalam menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

 

3. Metode Perhitungan IHSG

Secara umum, ada dua cara untuk menghitung indeks saham. Cara pertama adalah dengan Price Weight / Simple Average. Rumusnya adalah sebagai berikut

 

metode perhitungan IHSG.jpg

 

P adalah harga saham. Nd adalah nilai dasar, yaitu nilai yang dibentuk berdasarkan jumlah saham yang tercatat dalam suatu waktu tertentu. Metode ini dipakai untuk menghitung indeks saham Dow Jones (Dow Jones Industrial Average/DJIA). Jadi jumlah harga 30 saham langsung dibagi nilai dasar. Indeks ini tidak menggunakan pembobotan pada masing-masing saham karena DJIA merupakan indeks 30 saham terpilih di bursa New York. Sebanyak 30 saham yang masuk dalam DJIA diasumsikan telah memiliki bobot yang setara, sehingga penghitungan bobot dianggap tidak perlu lagi. Sebagai catatan, 30 saham ini boleh dibilang mewakili setiap industri di Amerika Serikat (AS) dan memiliki likuiditas transaksi yang tinggi.

 

apa itu indeks harga saham gabungan 2

 

Cara kedua adalah dengan menggunakan Capitalization Weight / Weighted Average. Cara inilah yang digunakan untuk menghitung IHSG dan S&P500. Rumusnya adalah:

P adalah harga saham di pasar reguler. Q adalah bobot atau jumlah masing-masing saham. Nd adalah nilai dasar, yaitu nilai yang dibentuk berdasarkan jumlah saham yang tercatat dalam suatu waktu. Nilai dasar ini bisa berubah jika ada aksi korporasi yang menyebabkan jumlah saham berkurang atau bertambah.

Sederhananya, setiap saham dihitung terlebih dahulu kapitalisasi pasarnya. Kemudian dijumlahkan seluruh kapitalisasi pasar untuk semua saham, lalu dibagi dengan nilai dasar, kemudian dikalikan dengan 100. Menurut informasi, kapitalisasi pasar yang dijumlahkan ini berbeda dengan nilai kapitalisasi pasar seluruh saham di BEI, karena ada saham-saham yang tidak perhitungkan dalam penghitungan indeks.

Kenapa demikian? Saham-saham yang tidak diperhitungkan ini menjadi rahasia BEI. Pihak BEI memiliki kriteria sendiri atas saham-saham yang bisa dimasukkan dalam penghitungan IHSG.

 

4. Istilah penting terkait IHSG

Terdapat beberapa istilah/jargon utama yang terkait erat dengan IHSG, yaitu:

 

[related]

 

Apa itu indeks harga saham gabungan 2 1

 

4.1 Bubble

Dalam kamus istilah/jargon ekonomi, bubble mendeskripsikan melambungnya harga saham secara drastis. Bahkan, kenaikan harga ini kadang sangat tak wajar dan melampaui kondisi harga saham normal dari sebuah perusahaan. Bubble dapat terjadi karena berbagai peristiwa tak terduga, contohnya saat Presiden Jokowi terpilih pada Pemilu 2014 lalu. Saat itu, harga-harga saham tiba-tiba saja menguat dengan tajam. 

 

4.2 Fluktuasi

Seperti pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), dalam dunia saham pun, fluktuasi berarti kenaikan dan penurunan harga saham. Fluktuasi harga saham dapat terjadi karena terdapatnya mekanisme perdagangan saham. Fluktuasi dalam IHSG adalah hal yang wajar. 

 

4.4 Portofolio

Portofolio ini artinya sekumpulan aset investasi berupa saham yang dimiliki baik perusahaan maupun individu. 

 

4.5 Likuiditas

Likuiditas dalam daftar istilah IHSG adalah ukuran jumlah dari transaksi saham pada pasar modal dalam masa tertentu. Tingginya likuiditas artinya tingginya frekuensi aktivitas jual-beli saham. 

 

4.6 Buyback

Buyback dalam dunia saham adalah tindakan membeli saham-saham perusahaan kembali dari khalayak atau investor umum. 

 

4.7 Capital Gain/Loss

Capital gain dalam kamus jargon IHSG adalah sebuah keuntungan yang diraih oleh seorang investor saham. Profit tersebut merupakan hasil selisih dari total harga penjualan saham dikurangi jumlah keseluruhan harga beli saham. Sebaliknya, definisi capital loss ialah sebuah hasil selisih dari harga jual saham yang lebih rendah dibandingkan harga belinya. Capital loss merupakan sebuah kerugian bagi seorang investor saham. 

 

4.8 Cut Loss 

Ketika seorang investor memutuskan untuk menjual sahamnya kembali, itulah yang disebut cut loss. Hal ini bertujuan agar terhindar dari kerugian yang lebih parah. Sementara, istilah hold berdefinisi kebalikan dari cut loss, yaitu menahan saham yang ada. 

 

5. Indeks Selain IHSG

IHSG bukan satu-satunya indeks yang bisa menunjukkan pergerakan saham, Indonesia pun memiliki indeks saham lainnya. Menurut laman resmi BEI, saat ini ada 34 indeks saham di BEI. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

 

[related]

 

Apa itu indeks harga saham gabungan 3

 

5.1 LQ45

Indeks yang mengukur kinerja 45 saham dengan likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar yang besar, serta didukung oleh fundamental perusahaan yang baik.

 

5.2 IDX30

Indeks yang mengukur kinerja 30 saham dengan likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar yang besar, serta didukung oleh fundamental perusahaan yang baik.

 

5.3 Kompas100

Indeks yang mengukur kinerja 100 saham dengan likuiditas baik dan kapitalisasi pasar yang besar. Indeks ini diluncurkan dan dikelola bersama Kompas Gramedia Group.

 

5.4 Bisnis-27

Indeks yang mengukur kinerja 27 saham yang dipilih oleh Komite Indeks Bisnis Indonesia. Bisnis-27 diluncurkan dan dikelola bersama PT Jurnalindo Aksara Grafika (penerbit harian Bisnis Indonesia).

 

5.5 ISSI

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang mengukur lebih dari 400 kinerja emiten saham syariah Indonesia. Konstituen ISSI adalah seluruh saham syariah yang tercatat di BEI dan masuk ke dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang diterbitkan oleh OJK. 

 

Itulah penjelasan tentang apa itu IHSG. Kesimpulannya, IHSG adalah indeks pasar saham yang digunakan di BEI. Kamu bisa memantau pergerakan IHSG untuk menentukan kapan harus menjual, hold, dan membeli berbagai jenis instrumen investasi. Nah, sebagai investor, apakah kamu sebelumnya kamu sudah rajin mengecek pergerakan IHSG? Jika belum, yuk, rajin-rajin memantaunya!

Statistik artikel

72 views