Apa itu Saham Gorengan

Apa itu Saham Gorengan

Apa itu Saham Gorengan? Sejak tahun 2019 hingga 2020 memasuki pandemi, tren investasi di Indonesia kian meningkat. Makin kesini banyak orang yang mulai sadar akan pentingnya investasi. Dan diantara berbagai intrumen investasi yang bisa dipilih, investasi saham menjadi paling populer dibandingkan produk lainnya. Karena memang saham lebih menguntungkan karena nilai return yang ditawarkan. Apa kamu salah satu yang tergiur dengan returnnya? Padahal, di balik return yang tinggi ada risikonya yang berjalan dengannya. Dari mulai proses pembeliannya pun risiko sudah ada. Kamu harus analisa dengan cermat agar tidak terjebak dalam transaksi saham yang membawa bencana.

Istilah populernya adalah “saham gorengan”, yang sudah menjadi sorotan tidak hanya otoritas bursa dan pasar modal, tetapi juga Presiden Joko Widodo. Nah, buat kamu yang berencana menanam modal memalui saham, pernah dengar istilah saham gorengan? Yuk kita bahas lebih lanjut dalam artikel ini, agar kamu terhindar dari kerugian akibat masuk ke saham gorengan.

 

1. Apa Itu Saham Gorengan?

Saham gorengan adalah sebuah istilah yang dianalogikan layaknya gorengan. Tahu, tempe, risol dan gorengan lainnya yang kita tahu akan semakin renyah jika digoreng dalam waktu yang lama. Ditambah lagi jika makanan tersebut digoreng menggunakan minyak jelantah. Begitu juga hal ini berlaku pada dunia investasi saham. Saham gorengan adalah saham perusahaan yang kenaikan nilainya di luar kebiasaan karena pergerakannya direkayasa oleh pelaku pasar dengan tujuan tertentu.

Saham gorengan ini biasanya saham yang berkualitas buruk ditambah berisiko tinggi yang telah direkayasa demi mengeruk keuntungan jangka pendek. Praktiknya, Bandar saham yang melakukan metode penggorengan akan membeli saham dalam jumlah banyak. Saham-saham gorengan ini umumnya merupakan saham lapis kedua atau ketiga dengan nilai kapitalisasi pasar kecil serta jumlah pemegang saham public sedikit. Jadi untuk menarik minat investor, oknum Bandar saham ini akan menawarkan produknya dalam harga murah sekaligus dengan iming-iming cuan yang besar. Mereka ini yang akan memainkan pergerakan saham dan membuatnya seolah-olah memiliki fundamental yang bagus. Lalu pada waktu tertentu nilainya akan berfluktuasi, namun tidak berlangsung lama.

Saat ini Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan bahwa terdapat 41 saham yang terindikasi “Saham Gorengan” yang masuk dalam radar pengawasan otoritas bursa. Saham tersebut dengan fluktuasi harga yang tinggi, tetapi tidak disertai kondisi fundamental perusahaan yang baik. BEI mengamati 41 saham ini dengan melihat kecenderungan kenaikan harga yang dinilai tidak wajar, bahkan sempat masuk dalam UMA atau saham yang masuk pengawasan khusus karena bergerak di luar kebiasaan.

 

2. Ciri-Ciri Saham Gorengan

Untuk mengetahui apakah suatu saham dikatakan “saham gorengan” maka dapat dianalisa sebagai berikut:

 

[related]

 

Apa itu Saham Gorengan 2.jpg

 

A. Terdaftar Dalam Unusual Market Activity (UMA)

Aktivitas pasar yang tidak biasa atau Unusual Market Activity (UMA) adalah pengumuman yang dikeluarkan BEI karena adanya pergerakan harga suatu saham yang dianggap tidak biasa atau tidak wajar. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, saham-saham yang umumkan UMA adalah saham yang mengalami kenaikan atau penurunan drastis dalam kurun waktu tertentu. Nah biasanya yang masuk dalam daftar list UMA adalah saham yang diperingkatkan dahulu sama BEI, dan menjadi alarm kepada investor ataupun trader untuk berhati-hati di pasar bahwa harga saham suatu emiten tersebut di luar kebiasaan. Namun, tidak semua saham yang ada di daftar UMA termasuk saham gorengan. Ada juga yang masih teguran BEI saja. BEI mengelompokkan kenaikan yang terlalu ekstrem lebih dari 2 hari. Naiknya harga hingga batas terbesar harian (auto reject atas, ARA), baik 20%, 25%, atau 35% per hari, tergantung dari harga sahamnya.

 

B. Perusahaan Memiliki Citra Buruk

Saat perusahaan emiten mengalami masalah biasanya akan memengaruhi harga saham. Di saat bersamaan, bandar saham tak bertanggung jawab kemudian memanfaatkan momen tersebut untuk memainkan pergerakan saham agar terlihat aktif. Selain itu, perusahaan tempat saham gorengan sering kali menghasilkan keuntungan yang tidak sesuai dengan kinerja fundamentalnya.  Kamu juga wajib berhati-hati apabila emiten saham kerap dijatuhi suspensi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) karena terlilit utang atau memperdagangkan saham dengan harga tidak normal. Hal tersebut bisa menjadi indikasi saham gorengan. 

 

C. Kinerja Keuangan dan Informasi Emiten Tidak Sejalan Dengan Kenaikan Harga

Pergerakan harga yang estrem dan tidak karuan membuat saham gorengan tidak sejalan dengan kinerja keuangan, atau tidak disertai dengan pemberitaan dan informasi dari internal emiten. Kadang kinerja keuangannya tumbuh 50%, tetapi tidak jarang justru menciut atau kinerjanya turun lebih dari 50% ketika harganya naik kencang tak henti-hentinya, sehingga kenaikan harga saham seringkali tidak beriringan dengan kinerja dan aksi korporasi yang diumumkan emiten. Ketidaksesuaian antara kinerja keuangan perusahaan dan kenaikan harga saham menjadi salah satu ciri saham gorengan. Pergerakan harga yang ekstrem tidak akan ada pemberitahuan dan informasi dari internal emiten. Kadang biasanya kinerja keuangan tumbuh 50%, tapi tidak jarang justru menurun lebih dari 50% ketika harganya naik kencang tak henti-hentinya. Padahal seharusnya, kinerja perusahaan juga beriringan dengan harga saham saat itu.

 

D. Punya Kapitalisasi Pasar Terbatas Namun Nilai Transaksinya Tidak Wajar

Kapitalisasi pasar adalah ukuran besarnya sebuah perusahaan, didapatkan dari jumlah saham beredar perseroan dikalikan harga pasarnya. Untuk membandingkan sebuah perusahaan dengan satu atau lebih perusahaan lain yang sejenis, sebaiknya memperhatikan juga kapitalisasi pasarnya karena selisih yang terlalu jauh akan menyebabkan perbandingan kedua saham kurang berimbang. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, saham-saham gorengan biasanya saham lapis kedua dan ketiga (junk stock) dengan kapitalisasi pasar terbatas atau perusahaan berkembang yang kondisi keuangannya belum stabil. Normalnya nilai transaksi junk stock ini di bawah saham lapis satu (blue chip). Jadi jika kamu menemukan volume dan nilai transaksi hariannya sangat tinggi dibandingkan perusahan sejenis, bahkan menyamai transaksi blue chip, kamu sebagai calon investor wajib curiga mengenai praktik saham gorengan.

 

E. Bid dan Offer (juga) Tidak Wajar

Bid adalah antrian beli saham di harga rendah, sedangkan Offer adalah antrian jual saham di harga tinggi. Nah, kamu bisa melihat bid dan offer saham tersebut. Saham gorengan biasaya ditransaksikan dalam jumlah besar, tetapi posisi bid dan offer-nya tipis-tipis.

 

[related]

 

Apa itu Saham Gorengan 3

 

F. Tidak Dapat Dianalisis

Karena kinerja keuangan tidak setinggi kenaikan harga sahamnya di pasar, rasio keuangan dan valuasi saham gorengan biasanya terlalu tinggi dibandingkan pesaing terdekatnya, atau bahkan tidak masuk akal. Dengan kata lain, saham ini tidak dapat dianalisis secara fundamental. Valuasi yang biasa digunakan perusahaan adalah rasio harga saham per nilai buku (price to book value, P/BV) dan rasio harga saham per laba (earning per share, EPS). Jika valuasi perusahaan terlalu jauh di atas pesaingnya, misalnya ketika rerata PBV sebuah industri di angka 1,5 kali, maka jika ada emiten yang PBV-nya 20 kali atau bahkan 100 kali maka sebaiknya dihindari. Secara teknikal, pergerakan saham tersebut juga terlalu berfluktuatif atau justru jarang ditransaksikan sehingga tidak memunculkan indikator analisis teknikal sama sekali.

 

3. Cara Menyikapi Nyangkut Di Saham Gorengan

Meskipun saham gorengan memiliki banyak dampak negatif, bukan berarti kamu tidak boleh membeli saham gorengan. Namun, tentu saja ada berbagai karakteristik dan risiko yang perlu kamu pahami. Ini dia tips cara menyikapi jika kamu nyangkut dalam saham gorengan.

 

A. Jangan Lama-Lama 'Dipegang' Dan Selalu Pantau Pasar

Saham gorengan biasanya saham yang dibeli investor untuk jangka waktu sangat pendek. Hal ini karena permainan Bandar saham, kamu akan sulit menebak kapan harga saham naik dan kapan turunnya. Maka dari itu kamu harus belajar disiplin dalam bertransaksi, sehingga jika keuntungan sudah didapat dan sudah mencapai niatan di awal, maka realisasikan dulu keuntungan tersebut dengan menjual sahamnya di pasar. Oleh karena itu, selalu pantau harga pasar. Jika harga sahamnya mulai turun, jangan lupa untuk menerapkan aksi batasi kerugian atau cut loss ketika harga yang terjadi pada saham itu lebih besar dari batas toleransi yang sudah kamu miliki. Misalnya penurunan maksimal per saham 10%, maka lakukan penjualan saham secepatnya. Tapi besaran 10% sangat relatif ya. Karena setiap orang memiliki profil investasi, horizon investasi, dan toleransi risiko investasi yang berbeda-beda. Tetapkan rencana investasimu di awal agar tidak kehilangan arah dan tidak salah gaya.

 

B. Porsi Secukupnya

Dalam berinvestasi, kamu pasti mengenal istilah “Don’t put your egg in one basket.”. Istilah ini menyatakan bahwa lebih baik kita mengalokasikan investasi ke beberapa instrumen dan jenis investasi untuk menghindari risiko kerugian. Begitu pula halnya ketika membeli saham gorengan. Hindari menginvestasikan seluruh dana kamu ke saham tersebut. Karena balik lagi, nilai saham gorengan adalah hasil permainan Bandar. Maka nilanya sulit ditebak. Oleh karena itu, belilah saham gorengan hanya dalam porsi yang secukupnya karena risikonya jauh lebih besar daripada saham pada umumnya.

 

4. Tips Jitu Menghindari membeli Saham Gorengan

Untuk para investor pemula, simak tips berikut ini agar kamu terhindar dari praktik saham gorengan:

 

A. Pantau Terus InformasiUnusual Market Activity (UMA)

Tips pertama adalah jika ingin transaksi saham, kamu harus selalu update informasi terkait saham mana saja yang dinyatakan miliki UMA oleh BEI. Informasi terbaru menyebutkan BEI berhasil mencatat 5 emiten yang diindikasi punya pergeraakan di luar kebiasaan, di antaranya adalah LAND, GLOB, TFAS, SAFE, dan TCPI.

 

[related]

 

Apa itu Saham Gorengan 4

 

B. Pilihlah Saham Blue Chip

Selanjutnya adalah pilihlah emiten saham unggulan dengan reputasi baik atau biasa disebut dengan blue chip. Blue chip cenderung mudah diperjualbelikan melalui pasar saham karena memiliki banyak peminat. Dengan demikian risiko Bandar saham memainkan pergerakan saham pun akan semakin minim. Adapun beberapa contoh emiten yang termasuk sebagai blue chip adalah BBCA, BBRI, UNVR, TLKM, dan ASII.

Demikian penjelasan dari Bursaku mengenai Apa itu Saham Gorengan.

Sekarang kamu sudah paham kana pa itu saham gorengan dan bagaimana cara menghindarinya?

Bermain investasi di pasar saham tergolong berisiko tinggi. Oleh karena itu, investor perlu bijak dalam mempertimbangkan segala kemungkinan yang dapat timbul sebelum mengambil keputusan. Bagi kamu yang sudah mulai berinvestasi saham, sebaiknya kamu hati-hati dengan saham gorengan yaa.

Statistik artikel

298 views