Faktor Yang Mempengaruhi Harga Saham

Faktor Yang Mempengaruhi Harga Saham

Faktor Yang Mempengaruhi Harga Saham pada dasarnya disebabkan karena adanya permintaan (demand) dan penawaran (supply). Hampir sama dengan kebutuhan pokok pangan, seperti beras, daging ayam, daging sapi, telur dan sebagainya yang selalu mengalami fluktuasi harga. Namun, disamping itu, ada beberapa faktor-faktor yang lain yang dapat mempengaruhi harga saham ini lho, berikut bursaku.id akan memberikan gambaran kepada kamu mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi harga saham sebelum kamu memutuskan untuk berinvestasi pada instrumen investasi yang satu ini.

 

1. Trend Beli-Membeli Saham pada Investor (Bearish dan Bullish)

Nah, saat ini sih lagi viral tentang trend beli-membeli saham, kenapa tidak, biasanya trend beli-membeli saham dikalangan investor ini sangat memiliki efek yang besar terhadap dunia bursa.

Contohnya, beberapa Artis atau Publik Figur sedang merekomendasikan saham PT. A kepada publik. Nah, dengan hal seperti ini, membuat orang tertarik untuk membeli saham PT. A tersebut. Bagaimana? Menarik bukan?  Maka yang terjadi adalah investor-investor tak mau ketinggalan untuk ikut membeli saham PT. A ini.

Tren beli-membeli saham ini dikenal memiliki istilahnya juga lho, yakni bearish dan bullish. Bullish diartikan sebagai kondisi di mana harga saham di pasaran mengalami kenaikan, dan sebaliknya bearish diartikan sebagai kondisi di mana harga saham turun.

 

2. Kondisi Perusahaan secara Fundamental

Kondisi yang dimaksud adalah adanya kebijakan-kebijakan yang diambil perusahaan. Dimana kondisi ini dapat menyebabkan perubahan fundamental perusahaan.

Contohnya dalam hal merger, akuisisi dan divestasi. Nah, ketika adanya right issue mengenai Merger pada PT. X dan PT. Y dan menjadi PT. Z maka dapat dikatakan harga saham pada PT. X maupun Y yang akan merger ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Ohiya, untuk mengetahui kondisi fundamental dilihat dari kinerja keuangannya suatu perusahaan, kamu bisa menghitung dengan analisis rasio keuangan dibawah ini ya yang berguna untuk pengembalian keputusan investasi saham kamu!

Ada 6 rasio keuangan penting dalam analisis fundamental :

  • Earning per share (EPS) = laba bersih: jumlah lembar saham
  • Price to earning ratio (PER) = Harga Saham : Laba per Lembar Saham (EPS)
  • Price to book value (PBV) = Harga Saham : Nilai Buku per Lembar Saham (BV)
  • Return on equity (ROE) = Laba Bersih : Kekayaan Bersih
  • Dividend yield (DY) = Dividend per Lembar Saham : Harga Saham
  • Debt to equity ratio (DER) = Total utang : Kekayaan Bersih (Modal Sendiri)

 

[related]

 

3. Laba Perusahaan

Tujuan investor melakukan investasi pada saham adalah untuk mendapatkan keuntungan bukan? Nah, faktor yang paling mempengaruhi harga saham ini adalah laba yang dibagikan atau dividen yang diperoleh investor sendiri. 

Ketika laba perusahaan meningkat, maka tingkat pengembalian yang diharapkan oleh investor juga semakin tinggi dong?, hal ini lah yang membuat reputasi perusahaan itu baik atau tidaknya dimata investor dilihat dari laba atau pendapatannya perusahaan tersebut dan pada akhirnya mempengaruhi harga saham suatu perusahaan.

 

4. Adanya tingkat Risiko dan Pengembalian

Nah berkesinambungan dengan poin nomor 3 diatas, ketika laba (penghasilan) perusahaan meningkat dan risiko juga tinggi, maka akan mempengaruhi harga saham tersebut, pada dasarnya, semakin tinggi suatu resiko maka akan semakin tinggi pula tingkat pengembalian saham yang diterima.

 

[related]

 

Faktor yang Mempengaruhi Harga Saham 3

 

5. Naik-Turunnya Kurs Rupiah Atas Mata Uang Asing

Faktor yang mempengaruhi harga saham selanjutnya adalah naik-turunnya kurs Rupiah atau fluktuasi terhadap mata uang asing. Hal ini bisa dirasakan oleh perusahaan-perusahaan tertentu yang memang memiliki utang mata uang asing.

Dan ketika nilai tukar rupiah menurun, yang kena imbasnya adalah perusahaan terbuka terutama yang bergerak dibidang ekspor dan impor.

Dan ketika ekspor menurun, maka sangat berdampak pada harga saham dan kurangnya ketertarikan untuk membeli saham, ketika impor tinggi juga berdampak pada perusahaan dimana akan merusak citra suatu perusahaan dan perusahaan menanggung biaya modal bahan baku dan biaya operasional yang semakin besar.

 

6. Kondisi fundamental ekonomi Mikro

Kondisi fundamental ekonomi mikro mempunyai dampak bagi naik turunnya harga saham disuatu perusahaan dimana yang terjadi adalah sebagai berikut :

 

  • Naik atau turunnya suku bunga yang disebabkan oleh Bank Sentral Amerika. Suku bunga acuan ini akibat kebijakan moneter tiap negara yang berbeda. Jika suku bunga mengalami kenaikan, maka perusahaan dengan utang perbankan akan mengalami penyusutan laba. Memiliki pengaruh atau dampak pada persaingan dalam pasar modal antara saham dengan obligasi, apabila suku bunga naik maka investor akan menjual sahamnya dan ditukarkan dengan obligasi. Hal ini akan menyebabkan suku bunga menjadi turun, begitupun sebaliknya juga akan terjadi jika tingkat bunga menurun.
  • Dapat mempengaruhi laba suatu perusahaan, hal ini disebabkan karena bunga adalah suatu biaya. Jika semakin tinggi suatu suku bunga maka akan semakin rendah laba perusahaan tersebut. Selain itu, suku bunga juga dapat mempengaruhi kegiatan perekonomian yang dapat mempengaruhi laba
  • Naik atau turunnya nilai ekspor impor dan suku bunga acuan Bank Indonesia yang berakibat pada nilai tukar rupiah pada dolar AS
  • Pengangguran yang tinggi disebabkan oleh covid-19 sehingga banyak perusahaan yang men – phk karyawan karena kondisi finansial perusahaan yang tidak sehat, goncangan politik dan faktor keamanan yang berpengaruh langsung terhadap naik turunnya harga saham suatu perusahaan

 

7. Kondisi fundamental ekonomi Makro

 

Berikut ini beberapa indikator yang menyebabkan fluktuasi harga saham adalah sebagai berikut :

  • Tingkat inflasi mempengaruhi kenaikan suku bunga acuan sehingga bunga kredit mengalami kenaikan.
  • Penurunan Indeks Harga Konsumen yang berakibat pada terjadinya deflasi.
  • Kebijakan pemerintah juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi harga saham suatu perusahaan meskipun kebijakan tersebut belum terealisasi atau dalam tahap wacana. Contoh kebijakan pemerintah yang dapat mempengaruhi harga saham adalah kebijakan perseroan, kebijakan utang, kebijakan ekspor impor, dan lain sebagainya.

 

[related]

 

Faktor yang Mempengaruhi Harga Saham 2

 

8. Besaran jumlah kas dividen yang dibagikan

Didalam pembagian laba terbagi menjadi 2 yaitu laba yang dibagikan atau (dividen) dan laba ditahan (retaired earning), lalu dalam Peningkatan sebagian deviden ini merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi harga saham dimana dapat meningkatkan kepercayaan dari pemegang saham karena apabila jumlah kas deviden besar hal itu sangat diinginkan oleh investor sehingga harga saham akan naik. Perusahaan dengan pembagian dividen yang tinggi sangat dicari oleh beberapa investor. Itulah bermacam faktor yang mempengaruhi harga saham. Ingat, instrumen investasi yang satu ini memang enggak bisa dilakukan secara abal-abal ya. Tetapi, bisa kok dipelajari dengan mudah! Demikianlah artikel dari bursaku.id yang membahas mengenai 8 Faktor Yang Mempengaruhi Harga Saham. Semoga artikel ini akan menambah wawasan dan bermanfaat bagi kamu yang membacanya. Jangan lupa di share yaa!

Statistik artikel

89 views