Ingin KPR Rumah Ini Dia Perbedaan KPR Subsidi dan Nonsubsidi

Ingin KPR Rumah Ini Dia Perbedaan KPR Subsidi dan Nonsubsidi

Ingin KPR Rumah Ini Dia Perbedaan KPR Subsidi dan Nonsubsidi

Saat ini, memiliki rumah adalah suatu kebutuhan wajib dan pokok setiap manusia bahkan termasuk keharusan yang sangat mendesak. Maka impian banyak orang adalah memiliki rumah sendiri. Namun, harga rumah semakin mahal dari tahun ketahun sehingga makin memberatkan terwujudnya kebutuhan tersebut. Tapi, sekarang ini ada banyak pilihan cara untuk memiliki rumah sendiri salah satunya kamu bisa membeli melalui KPR atau Kredit Pemilikan Rumah.

Membeli rumah melalui KPR akan meringankan kamu untuk membayarnya, karena harga ratusan juta tidak dapat langsung dibayarkan oleh orang banyak. KPR ini adalah jenis kredit yang membutuhkan agunan atau jaminan. Jenis jaminan yang bisa digunakan pun bisa bermacam-macam seperti tanah, rumah yang ditempati sekarang, mobil atau motor yang dimiliki, logam mulia ataupun yang lainnya. Terdapat 3 jenis KPR yaitu KPR subsidi, non-subsidi dan syariah. Tapi kali ini kita akan membahas perbedaan antara KPR subsidi dan non-subsidi sebagai pertimbangan pilihan kamu.

1. Pengertian Dasar

KPR Subsidi adalah  KPR yang dilakukan oleh pemerintah yang bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (Kemen PUPR RI). Sederhananya KPR ini dibantu oleh dana pemerintah. KPR Non-subsidi atau KPR konvensional adalah jenis produk kredit Perumahan yang dilakukan oleh bank umum konvensional kepada seseorang. Dalam hal ini tidak ada campur tangan dari pemerintah.

2. Persyaratan Umum

KPR Subsidi punya persyaratan umum yang wajib diperhatikan yaitu:

  • Warga Negara Indonesia yang bertempat tinggal di wilayah Indonesia
  • Telah berusia 21 tahun atau sudah menikah
  • Memiliki masa kerja atau usaha minimal 1 tahun
  • Belum pernah memiliki rumah dan juga belum pernah menerima bantuan pemerintah untuk kepemilikan rumah
  • Memiliki penghasilan maksimal Rp4 juta untuk KPR rumah Sejahtera tapak dan Rp7 juta untuk KPR rumah Sejahtera susun
  • Memiliki NPWP dan SPT tahunan serta PPH
  • Menuruti ketentuan penggunaan 

 

Sedangkan untuk dokumen-dokumen yang harus disiapkan dalam pengajuan KPR subsidi ini antara lain:

  • Formulir aplikasi kredit yang disertai dengan pas foto terbaru pemohon dan pasangan
  • Fotokopi KTP pemohon dan pasangan,  KK, surat nikah atau cerai
  • Surat keterangan penghasilan atau slip gaji terakhir, fotokopi SK untuk pegawai
  • Surat izin usaha perdagangan tanda daftar perusahaan, dan surat keterangan domisili serta laporan keuangan bagi pemohon wiraswasta
  • Fotokopi izin praktek untuk pemenuhan profesional
  • Fotocopi NPWP
  • Fotokopi rekening koran 3 bulan terakhir
  • Surat pernyataan belum pernah memiliki rumah
  • Surat pernyataan belum pernah menerima bantuan untuk kepemilikan rumah dari pemerintah.

Sedangkan KPR Non-Subsidi persyaratan dan ketentuan pinjaman akan ditentukan antara pihak bank dengan pihak peminjam. Untuk persyaratan umum yang perlu diperhatikan yaitu:

  • Warga Negara Indonesia
  • Berusia minimal 18 tahun atau sudah menikah
  • Memiliki status karyawan, pengusaha atau profesional
  • Untuk karyawan minimal sudah bekerja 1 tahun dan berpengalaman kerja minimal 2 tahun
  • Untuk pengusaha dan profesional usaha atau kegiatan paling tidak Sudah 2 tahun pada bidang yang sama
  • Saat kredit lunas maximum untuk karyawan harus berusia 55 tahun dan pengusaha atau profesional 65 tahun 

3. Jenis Suku Bunga

KPR Subsidi memberikan suku bunga sebesar 5% dan itu adalah bunga tetap selama jangka waktu kredit. KPR ini juga mengharuskan adanya uang muka besarannya mulai dari 1%. Untuk jangka waktu pelunasan pinjaman KPR subsidi ini maksimal bisa sampai 20 tahun.

Pada KPR Non-Subsidi tergantung antara pihak bank dan peminjam. Tetapi jenis suku bunga yang diberikan untuk KPR ini dibagi menjadi dua yaitu:

  • Bunga Tetap atau fixed  rate adalah bunga yang tidak akan berubah untuk masa periode yang telah ditentukan. Jika kredit di pasaran berubah tetapi kamu masih dalam pembayaran yang memberlakukan bunga tetap maka cicilan kamu tetap dan tidak akan berubah.
  • Bunga Mengambang atau floating rate adalah bunga yang selalu mengikuti perubahan suku bunga kredit di pasaran. Jika suku bunga di pasaran naik maka cicilanmu juga akan bertambah dan berlaku sebaliknya juga.

4. Harga Rumah

KPR Subsidi harganya jauh lebih murah karena tujuannya memang untuk masyarakat dengan penghasilan rata-rata UMR atau di bawah UMR. Suku bunga yang rendah dan bebas biaya Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadikan cicilan rumah juga tetap atau bunga flat.

KPR Non-Subsidi harganya bisa jauh lebih mahal karena suku bunganya pun pasti lebih mahal, pun tidak mendapatkan dukungan dana dari pemerintah,

5. Fasilitas Rumah

KPR Subsidi biasanya memiliki fasilitas yang standar seperti adanya kamar tidur, kamar mandi dan ruang tamu tanpa dapur. Untuk dapur biasanya kamu harus menambah biaya sendiri.

KPR Non-Subsidi tentunya mendapatkan fasilitas yang jauh lebih baik dan bisa menyesuaikan keinginan sendiri. Dikarenakan bunga yang tinggi dan bangunan juga lebih besar serta memiliki sistem keamanan yang ekslusif.

6. Tipe Rumah

KPR Subsidi rumahnya hanya memiliki ukuran luas maksimal 36m2 atau tipe 36.

KPR non-subsidi biasanya ukuran luas maksimal bisa lebih dari 36 m2 karena target pasar middle-high, biasanya menawarkan tipe bangunan 45 ke atas.

7. Lokasi Rumah

KPR Subsidi biasanya kebanyakan dibangun di daerah pinggiran kota. Selain demi pemerataan penduduk, rumah subsidi jelas dibangun dengan efisiensi anggaran yang membuat developer mencari tanah dengan harga terjangkau sesuai ketentuan pemerintah. Karena lokasinya dipinggiran, tentu akses transportasinya terbatas. Namun, nantinya akan dikembangkan menjadi sebuah pusat kota yang baru.

KPR Non-Subsidi biasanya berlokasi di pusat kota yang dekat dengan fasilitas umum atau berada di lokasi yang strategis dan mudah akses transportasi.                                             

8. Renovasi Dan Harga Jual

Rumah KPR Subsidi memiliki aturan bahwa renovasi bisa dilakukan setelah 2 tahun pertama. Harga jual juga tidak terlalu tinggi dan tidak mudah terjual dengan cepat. Rumah KPR Non-Subsisi tentu kamu akan lebih leluasa untuk merenovasinya di masa depan dan harga lebih tinggi serta mudah terjual cepat.

Itulah dia pembahasan mengenai perbedaan antara KPR Subsidi dan Non-Subsidi yang perlu diketahui jika ingin memiliki rumah. Bisa disimpulakan kalau rumah subsidi menonjolkan harga yang murah sedangkan rumah non-subsidi jauh lebih mengunggulkan fasilitas. Sekarang tinggal memilih sesuai dengan keinginan dan kemampuan kamu!

Baca Juga: Perbedaan Deposito Syariah dan Konvensional

Statistik artikel

28 views