PERBEDAAN DEPOSITO SYARIAH DAN KONVENSIONAL

PERBEDAAN DEPOSITO SYARIAH DAN KONVENSIONAL

PERBEDAAN DEPOSITO SYARIAH DAN KONVENSIONAL

Sebelumnya masuk pembahasan mari kita pahami dulu mengenai deposito. Di dunia investasi selain pasar saham ada juga produk investasi yang bernama deposito. Deposito merupakan produk keuangan yang menguntungkan dan memiliki minat yang banyak. Deposito adalah produk bank sejenis tabungan investasi yang disimpan dalam jangka waktu tertentu, misalnya 3 bulan, 6 bulan atau 12 bulan dengan imbalan bunga bank atau bagi hasil dari uang yang didepositkan tersebut. Info tambahan nih, deposito dapat dijadikan bukti keuangan yang menjamin kita untuk dapat tinggal di Negara tersebut untuk jangka waktu.

Di Indonesia, kita mengenal dua jenis deposito yang paling dominan dibicarakan, yaitu deposito konvensional dan deposito syariah. Kita butuh pengetahuan lengkap mengenai perbedaan kedua jenis deposito tersebut, sebelum memilih jenis deposito apa yang ingin digunakan. mari simak pembahasan artikel ini mengenai perbedaan deposito syariah dan konvesional.

1. Prinsip

Secara umum perbedaannya sudah pasti banyak diketahui adalah prinsip kerja yang berlaku.Pada Deposito Syariah sudah pasti berdasarkan prinsip syariah utamanya. Hubungan antara bank nasabah cenderung seperti mitra atau sebagai pengelola dana dan penyandang dana atau juga disebut shabibul mal dan mudrib. Kalau pada Deposito Konvensional prinsipnya berdasarkan peraturan yang sudah disesuaikan dengan aturan perbankan umum. Hubungan kepada nasabah biasanya hanyalah sebatas hubungan kreditur dan debitur atau penyedia jasa dengan pelanggan saja.

2. Pengaturan bunga

Pembeda yang satu ini juga salah satu yang wajib diketahui oleh kamu yang akan memilih jenis deposito yaitu cara mereka dalam memperlakukan aturan bunga. Pada Deposito Syariah tidak mengenal bunga untuk pendapatan nasabahnya. Sebagai gantinya, mereka akan membagi hasil, di mana dasar bagi hasil tergantung dari keuntungan yang diperoleh bank sebagai ukuran kinerja sesuai dengan akad mudharabah. Dan karena tidak ada pengaturan tentang bunga, deposito syariah tidak membebankan bunga pada biaya pinalti nasabah.

Kalau pada Deposito Konvensional sudah pasti meperlakukan bunga yang biasanya pendapatan bunga cenderung tetap sesuai persentase yang diberikan oleh masing-masing bank. Selain itu, bank penyedia produk deposito juga dapat mengenakan bunga pada biaya pinalti atau biaya pencairan dana sebelum masa jatuh temponya tiba kepada nasabah sekitar 0,5 hingga 2 persen dari nilai deposito yang dimiliki.

3. Dana investasi

Kedua jenis deposito ini juga memiliki perbedaan dalam mengelola dana investasi. Pada Deposito Syariah adanya batasan pada prinsip dan hukum syariah membuat investasi terbatas digunakan oleh pengusaha UKM untuk melancarkan perputaran uang dalam usaha mereka, atau produk-produk yang sesuai dengan prinsip syariah, dan risiko akan lebih rendah. Walaupun tetap saja semua produk keuangaan apapun perlu pertimbangan matang karena pasti memiliki kekurangan atau sisi minus juga.

Sebaliknya Deposito Konvesional, bank penyedia produk deposito ini tidak memiliki batasan investasi yang akan digunakan dengan deposito nasabah. Oleh sebab itu, cakupan investasi pun sangat lebar untuk mendapatkan pendapatan yang lebih tinggi, tetapi membuat risiko juga berjalan demikian. Sehingga pengusaha yang sudah memiliki jam terbang tinggi dalam pengelolaan keuangan lebih cocok menggunakan jenis deposito ini.

Selanjutnya, mana yang lebih baik dan akan kamu pilih harus sesuai dengan tujuan dari deposito tersebut. tujuan utama setiap orang memiliki deposito sangat beragam seperti dana jangka panjang untuk pendidikan anak, dana pension, dana tabungan bisnis atau kebutuhan jangka panjang lainnya. Jadi tentukan dulu tujuan kamu agar dapat menyesuaikan dengan deposito yang kamu butuhkan. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kamu!

Baca Juga: Perbedaan Deposito dan Reksadana

Statistik artikel

57 views